Monday, April 26, 2010 Categorized under Ciledug

Ciledug tidak ada Terminal?

Apakah benar Ciledug, yang ada di Tangerang itu, tidak memiliki terminal? Perlu dibuktikan lebih lanjut. Sebenarnya mudah untuk membuktikannya. Tinggal datang ke daerah ciledug, tanya satu persatu ke warga atau supir angkutannya. Ada atau tidak terminal disekitar ciledug itu. Kalau ada, berarti salah rumor yang beredar saat ini. Rumor bahwa ciledug belum memiliki terminal.

Kalaupun benar belum ada terminal, silahkan dibangun ditempat yang sesuai untuk dijadikan terminal angkutan umum. Dengan persyaratan menggunakan ilmu tata ruang wilayah. Supaya nantinya ketika terminalnya jadi, penggunaannya maksimal. Tidak ada orang yang dirugikan, tapi harus membuat semua orang diuntungkan dengan keberadaan terminal itu.

Jika ada orang yang ditanya tentang keberadaan sebuah terminal di sekitar daerah ciledug, dan dia menjawab tidak ada kemungkinan ini orang baru. Atau lebih baik dia menjawab tidak tahu. Melalui penelusuran kecil-kecilan, mungkin akan ditemukan sebuah fakta menarik. Bahwa sebenarnya ciledug itu memiliki sebuah terminal. Memang posisinya tidak berada di jalan raya ciledug, tetapi berada di dekat pasar lembang (kalau dari cbd terus keperempatan ciledug belok kiri).

Keberadaan Terminal lembang ini memang tidak berada tepat dijalan raya ciledug, kira-kira 1 km dari perempatan ciledug. Posisinya cukup strategis jika digunakan secara optimal. Sehingga seharusnya keberadaannya cukup mengatasi kemacetan di daerah ciledug sendiri.

Kondisi jalan di sekitar terminal lembang ini cukup besar, sehingga bus seperti patas 35 atau 44 bisa lewat dengan nyaman. Keadaan lalu lalang kendaraan tidak separah di jalan ciledug raya. Tapi sayangnya saat ini diterminal ada pasarnya, dan disekitar terminal sudah mulai banyak dibangun perumahan. Harus jadi perhatian oleh pemda setempat juga, kenapa tidak memperhatikan tata ruang wilayah?

Ada pertanyaan lagi, kenapa penggunaan terminal lembang ini tidak optimal!? Banyak faktor yang menyebabkan terminal lembang tidak berfungsi dengan baik. Salah satunya adalah tidak disiplinnya DLLAJ dalam mengatur ketertiban angkutan kota dan bis supaya bisa berhenti hingga terminal lembang. Dengan seenaknya angkot dan bis ini berputar disepanjang jalan ciledug raya, bahkan terkadang di daerah kreo banyak yang berputar arah. Di depan CBD pun terlihat bagaimana semrawutnya angkutan umum berhenti seenak hatinya, bahkan bukan untuk mencari penumpang. :mad:

Perlu menjadi perhatian juga bagaimana keteraturan terminal lembang saat ini. Apakah sudah pantas disebut sebagai terminal. Padahal tempat yang stategis untuk dijadikan terminal tidak akan lagi menjadi kelebihan jika managementnya amburadul.

sumber : http://digilib-ampl.net/detail/detail.php?row=12&tp=kliping&ktg=sampahluar&kode=1338

Banyak sampah dan PKL, Terminal Ciledug Tak Berfungsi

Sinar Harapan – 20 April 2005

Kondisi terminal Ciledug yang berada di jalan Raden Patah, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang semakin hari semakin memprihatinkan. Terminal yang berbatasan dengan wilayah Jakarta Selatan ini praktis tidak berfungsi. Dalam pengamatan SH,

Senin (18/4) tidak berfungsinya terminal tersebut karena letaknya sangat berdekatan dengan Pasar Lembang yang merupakan pasar bentukan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang tahun 2003. Akibatnya jalan akses menuju terminal tertutup oleh maraknya para pedagang kaki lima (PKL).

Tumpukan sampah dan padatnya pengunjung pasar membuat sejumlah angkutan kota (angkot) maupun bus berukuran sedang dan besar tidak dapat masuk ke terminal. Apalagi beberapa petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang lebih suka menarik retribusi di luar terminal. Menurut beberapa pengemudi angkot, keengganan para sopir memasuki terminal karena akan terjebak cukup lama akibat banyaknya penumpang berseliweran.

”Kami lebih memilih tidak masuk terminal, apalagi di luar terminal pun ada banyak penumpang yang bisa kita angkut,” tutur Udin, seorang sopir angkot.

Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang, Bonie M. Mufridjal yang dimintai pendapatnya menyatakan pihaknya sangat menyayangkan masalah tidak berfungsinya terminal Ciledug karena pemindahan terminal dari Jalan HOS Tjokroaminoto ke Jalan Raden Patah telah menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Tangerang ratusan juta rupiah. Pemindahan tersebut harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat kalau ternyata proyek tersebut gagal.

Sering Ditanya

Menurut Bonnie, DPRD Kota Tangerang juga kerap menanyakan soal tidak berfungsinya terminal ini kepada Pemkot Tangerang. Namun sampai saat ini belum ada jawaban resmi yang memuaskan dari Pemkot Tangerang.

”Dalam setiap rapat kerja dengan Wali Kota Tangerang, masalah tidak berfungsinya terminal Ciledug dan pungutan di luar terminal yang tetap dilakukan kerap kali kami tanyakan. Namun ketika itu Wali Kota menyatakan akan menjawabnya dalam pertemuan mendatang. Maka dalam rapat kerja mendatang persoalan ini akan kembali kami tanyakan,” ujarnya.

Kabag Informasi dan Komunikasi (Inkom) Pemkot Tangerang, Achmad Chairudin yang dikonfirmasi mengenai hal ini menyatakan saat ini pemerintah kota memang sedang merencanakan perbaikan terhadap terminal itu.

”Pelaksanaan penertiban terhadap para PKL yang memadati terminal tersebut akan segera kami lakukan secepatnya. Paling lambat dalam tahun anggaran 2006 mendatang, kawasan terminal Ciledug akan segera tertata dengan baik,” ujar Chairudin. (wib)

Nah, dari kutipan artikel berita diatas bisa didapat bahwa penyebab gagalnya terminal lembang (di atas disebut terminal ciledug) akibat gagalnya pengaturan terminal itu sendiri.

Tumpukan sampah dan padatnya pengunjung pasar membuat sejumlah angkutan kota (angkot) maupun bus berukuran sedang dan besar tidak dapat masuk ke terminal. Apalagi beberapa petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang lebih suka menarik retribusi di luar terminal. Jelaskan!? Disiplinkan pasarnya pak! Angkotnya juga karena mereka sudah terbiasa tidak disiplin, biasa untuk berhenti dijalan. Pertamanya hanya satu angkot, lama kelamaan semuanya ikut. Kalau masalah angkutan umumnya belum bisa terselesaikan, jangan berharap busway koridor 15 dibangun di ciledug ya pak!

Jadi sekarang jangan lagi berkata bahwa ciledug tidak ada terminal. Padahal jelas kok terminal lembang kegunaannya untuk apa. Tidak usah menghabiskan APBD untuk membangun terminal ciledug yang baru. Daripada boros menggunakan dana APBD, lebih baik anggarannya diambil sebagian untuk memperbaiki terminal lembang. Bangun kedisiplinan supaya penggunaan terminal lembang maksimal. Sisa APBDnya bisa digunakan untuk hal lain seperti perbaikan jalan, peremajaan bis kota yang asapnya sangat menyebalkan itu, atau mungkin dananya untuk mengatasi banjir tahunan.

Popularity: 18%

Incoming search terms for the article:

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Twitter
  • LinkedIn
  • Facebook
  • del.icio.us
  • Google Bookmarks
  • StumbleUpon
  • Yahoo! Buzz
  • Technorati
  • Live
  • Yahoo! Bookmarks

Related posts:

  1. Terminal Ciledug Kalau pernah jalan ke daerah ciledug, pasti akan merasakan kemacetan....
  2. Ciledug Ciledug, Tangerang Banten adalah tempat saya tumbuh dan besar. Sebuah...
  3. Busway Koridor 15 Busway koridor 15 dengan rute Ciledug – Blok M, ternyata...
  4. Kenapa Ciledug? Kenapa Ciledug? mungkin ada yang memikirkan pertanyaan semacam itu. Kenapa...

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

2 Responses to “Ciledug tidak ada Terminal?”

  1. Taufiq says:

    Betul sekali gan, saya juga menuliskan postingan tentang kesemrawutan Ciledug (parah..stadium 5).
    dari tahun 90 an sampai sekarang tidak ada kemajuan yang berarti di sana…capek juga ya gan mengharapkan sesuatu masalah yang belum jelas akan selesai…apalagi para pemimpinnya kurang ‘care’

    oh iya..silakan mampir gan ke blog saya di: http://taufiqazhary.wordpress.com di sana ada postingan ttg Ciledug juga…

    terima kasih

  2. RioAp says:

    sama2, ke tkp dulu gan…

Leave a Reply

[+] kaskus emoticons nartzco