e-learning-training-school-online-learn-knowledge-education-study-computer

Pengalaman Membuat Kuliah Online

Untuk sebagian orang yang menjalankan perkuliahan pada masa sekarang ini menjadi waktu yang penuh dengan cobaan. Bukan karena bulan ini berbarengan dengan terlaksananya puasa Ramadhan, bukan. Tetapi pada bulan Mei 2020 ini seluruh masyarakat Indonesia pada umumnya sedang mengalami masa pandemi covid-19. Dimana pada pandemi ini diharapkan seluruh masyarakat untuk mengurangi dan menghindari berkegiatan dengan berkerumun dengan banyak orang diluar rumah kita mengkarantina diri secara mandiri. Sehingga secara khusus kegiatan belajar mengajar mahasiswa di perguruan tinggi pun harus menyesuaikan dengan keadaan darurat ini, harus mengalami perkuliahan dari rumah dalam jaringan atau online menggunakan internet. Pengalaman pada masa pandemi dalam membuat kuliah online cukup menarik untuk dituliskan.

Keadaan darurat ini mengubah cara kerja salah satunya yang terdampak adalah perguruan tinggi, baik dari cara belajar mahasiswa maupun teknik mengajar para dosen. Yang biasanya dilakukan secara konvensional dengan melakukan tatap muka secara langsung di depan kelas. Pada masa karantina ini harus dilaksanakan dari rumah masing-masing. Karena alasan keamanan untuk mengurangi rantai penularan penyakit covid-19.

Semua pengajar guru maupun dosen memutar otak mencari cara bagaimana menyampaikan mata kuliah yang diampu dengan cara yang efektif, minimal mahasiswa dapat menerima dan memahami materi yang disampaikan oleh dosen. Banyak cara dilakukan, pengalaman membuat kuliah online ini juga yang saya pribadi rasakan pada perkuliahan semester ganjil 2019/2020 kali ini. Suka dukanya saya coba ceritakan sekilas melalui postingan ini.

Banyak dosen yang sebelumnya hanya melakukan perkuliahan dengan tatap muka dikelas, tidak pernah merekam perkuliahan yang dilakukan di dalam kelas, tetapi pada saat masa karantina pandemi ini menjadi dosen yang aktif merekam penyampaian materi kuliah supaya bisa disampaikan kembali kepada mahasiswanya.

Begitu pun saya. Banyak cara saya coba. Dari mengoptimalkan penggunaan LMS yang sudah disediakan oleh perguruan tinggi tempat menggajar, mengaktifkan kembali blog sebagai media penyampaian materi berupa tulisan, hingga merekam dan mengupload penyampaian slide materi di akun video seperti youtube.

Sebelum pandemi dan kuliah daring ini menjadi trending topic, saya sudah memiliki blog dan youtube pribadi. Mungkin beberapa pengajar punya pengalaman seperti saya, memiliki akun blog dan youtube. Tetapi penggunaan blog seperti rioap.com ini lebih banyak berisikan pandangan opini pribadi terhadap suatu kejadian. Sedangkan untuk akun video youtube lebih banyak digunakan sebagai penonton untuk menyaksikan video yang kita sukai, bukan sebagai content creator. Ya dosen memang bukan content creator.

Tetapi semua berubah setelah covid-19 menyerang. Dosen yang biasanya hanya menyiapkan materi dari textbooks dan membuat slide untuk disampaikan ke mahasiswa, kali ini dihadapi dengan masalah slide itu harus disampaikan tanpa perlu tatap muka secara langsung tetapi hasil penyampaian minimal harus sama seperti cara konvesional tatap muka.

Slide yang hanya media statis sekarang ini harus menjadi lebih interaktif, minimal ada cara agar slide dan materi yang dipersiapkan sudah bisa disampaikan. Whatsapp, Blog, youtube, video conference semua dilakukan agar perkuliahan bisa tetap terlaksana. Yang dahulu secara konvensional sekarang online.

Kalau saya pribadi menggunakan blog dan youtube saja, ditambah LMS dari perguruan tinggi. Kenapa memilih media tersebut? Bukan berarti tiba-tiba saja saya pilih pakai aplikasi ini. Tapi cukup membuat pusing juga perjalanan memilih media pembelajaran daring ini.

Awalnya saya mencoba beberapa cara untuk penyampaian kuliah online. Pertama, saya tidak pilih Whatsapp, karena harus membuat group mata kuliah beranggotakan semua mahasiswa di matakuliah tersebut ini sedikit repot kita harus menjadi admin group dan membuat group tersebut interaktif. Kedua saya coba video conference, saya rasa ini yang sedikit menyerupai kuliah tatap muka karena kita bisa melihat keaktifan mahasiswa disini. Namun ternyata tidak semua mahasiswa memiliki sarana prasarana memadai untuk melaksanakan video conferencing ini, terutama masalah kuota internet. Ternyata dengan video conferencing ini membutuhkan quota yang cukup, cukup banyak lebih tepatnya. Masalah klasik yang menjadi ganjalan banyak mahasiswa Indonesia ketika melaksanakan kuliah daring.

Lalu yang ketiga blog dipilih karena awalnya terpikirkan jika menuliskan materi diblog dibagi melalui beberapa posting, mahasiswa bisa membacanya. Atau mengambil kutipan dari berbagai sumber lalu di sitasi di materi kuliah berupa artikel posting blog yang kita buat. Untuk absen dan interaksi, mahasiswa bisa melakukan komen di kolom komentar. Tetapi dilengkapi juga dengan absen tercatat via misalkan google form. Namun melalui blog ini setiap deskripsi dari slide harus disampaikan di content berupa tulisan atau postingan yang panjang dan mudah dipahami mahasiswa.

Selain blog yang berupa tulisan deskripsi panjang, ada juga berupa video yang disampaikan di youtube. Disini butuh ketekunan pengajar atau dosen untuk menampilkan perkuliahan dalam bentuk video. Kalau saya prefer rekam slide dan suara dilaptop, rekaman tersebut di upload di youtube. Mahasiswa mendapatkan share link video bisa dilihat berulangkali sesuai kebutuhannya.

Dari semua teknik ada kelebihan dan kekurangan. Kenapa saya pilih blog dan youtube, ini kembali kepada beberapa aspek salah duanya adalah minat dan kepercayaan diri dosen. Minat dan PD ini kembali kepada kemampuan masing-masing individu dosen pengajar tersebut. Terkadang beda mata kuliah beda cara penyampaian. Teori akan berbeda dengan praktek. Kuliah penyampaian materi akan berbeda dengan diskusi. Ini yang mempengaruhi pemilihan.

Blog ini saya rasakan lebih mudah ketika untuk menyampaikan materi panjang lebar tanpa batasan jumlah karakter. Terkadang satu materi bisa kita pecah menjadi beberapa postingan tergantung kebutuhan. Untuk interaksi bisa melalui kolom komentar. Bisa melakukan sitasi atau me-link ke artikel atau url dari internet.

Untuk video saya rasa ini mudah untuk menjelaskan slide secara langsung. Ya mungkin jika blog berupa tulisan, maka youtube ini berupa suara dan gambar bergerak. Belajar dari beberapa platform pembelajaran seperti udemy atau cbt nugget, maupun platform lokal ruang guru. Yang melalui aplikasi berbasis video bisa memberikan penjelasan materi pembelajaran. Maka untuk dosen yang membutuhkan platform video gratis dapat memaksimalkan aplikasi youtube ini.

Tapi dari keseluruhan aplikasi pembelajaran ini menurut pengalaman saya dalam membuat perkuliahan online ini kembali lagi tergantung dari kemauan, kemampuan, minat dan kepercayaan diri. Jangan memaksakan sesuatu yang sulit kita kerjakan.

Contoh begini, saya sebetulnya senang sekali jika kuliah menggunakan video conference (vidconf). Tetapi ketika kuliah vidconf saya merasakan ada kelemahan. Untuk melakukan vidconf ini dibutuhkan bukan hanya kuota yang banyak tetapi juga internet stabil. Saya sebagai dosen dan beberapa mahasiswa masih banyak yang menggunakan internet berbasiskan operator telekomunikasi atau internet di hape. Internet hape ini terkenal tidak stabil. Sehingga ketika perkuliahan vidconf berlangsung saya memperhatikan beberapa mahasiswa saya putus-nyambung koneksi ketika vidconf. Dan saya anggap ini tidak efektif. Sekali saya melakukan vidconf ketemu masalah yang cukup mengganggu saya tidak lakukan lagi. Lalu, saya siasati dengan merekam perkuliahan saya dan diupload di youtube saja, kapan pun dimanapun mahasiswa bisa mengakses kuliah materi tersebut. Untuk interaksi juga melalui kolom komentar di youtube. Perkuliahan terarsip di youtube, bahkan link video youtube ini bisa saya sitasi di blog saya kedepannya jika dibutuhkan.

Ya itulah sekilas pengalaman saya membuat kuliah online. Mudah-mudah bisa bermanfaat menjadi catatan saya kelak dimasa yang akan datang bahwa pernah jadi dosen yang melakukan perkuliahan tidak hanya tatap muka tapi juga melalui media yang berbeda via artikel blog dan video youtube. Perubahan harus dipaksakan dan disegerakan agar perkuliahan tetap berjalan seperti sediakala walaupun pada situasi dan kondisi apapun.

image source : pikist.com

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *