Gotong Royong di Tengah Wabah

Migrasi

Wabah Corona Covid 19 yang saat ini sedang merebak di Indonesia menyebabkan banyak sekali orang yang terpapar. Hingga kemarin 31 Maret 2020 tercatat sudah sebanyak 1528 orang positif dan 14 orang meninggal dunia. Ini akan menjadi catatan untuk Indonesia karena pada hari ini mortality rate atau tingkat kematian yang disebabkan Covid-19 mencapai kurang lebih 9%. Angka ini menjadikan Indonesia berada pada tingkat kematian tertinggi disebabkan oleh Covid-19.

Jika kita melihat kasus yang terjadi di Jabodetabek, dengan Jakarta sebagai epicentrum penyebaran tertinggi saat ini, banyak sekali pasien yang terkena covid-19 ini menyebabkan beberapa rumah sakit kewalahan dalam menangani pasien dengan dugaan ataupun yang sudah positif Covid-19. Di samping itu banyak rumah sakit yang belum memiliki kesiapan dengan peralatan lengkap untuk menangani pasien dengan gejala sakit disebabkan virus ini. Dari sisi pakaian Alat Pelindung Diri (APD ) atau hazmat yang dimiliki beberapa rumah sakit sangat terbatas, bahkan ada beberapa rumah sakit yang sama sekali tidak memiliki perlengkapan berupa APD standar. Selain APD ada perlengkapan lainnya yang digunakan seperti hand schoon atau sarung tangan karet ataupun masker. Bahkan alat bantu pernapasan seperti ventilator jumlahnya masih terbatas.

Permasalahan keterbatasan perlengkapan medis ini terjadi pada rumah sakit yang berada di Jabodetabek, bisa dibayangkan di daerah lainnya jika terjadi kasus maka penanganan penyebaran virus covid-19 ini harus mencapai ke desa dan pelosok. Dimana pada daerah pedesaan jika ada warga yang sakit akan dibawa terlebih dahulu ke puskemas baru bisa diberikan rujukan untuk ke rumah sakit. Jika di daerah setiap pasien harus melalui fasilitas kesehatan (faskes) puskesmas atau klinik kecil sebelum bisa dirujuk ke RS, maka perlengkapan di faskes tingkat pertama harus juga dilengkapi perlengkapan medis yang tepat untuk penangan virus. Bayangan kita adalah ketika rumah sakit saja tidak memiliki peralatan lengkap, apalagi di tingkat Puskesmas sebagai faskes pertama.

Padahal ditengah wabah ini kita ibarat sedang berperang melawan penyebaran virus ini. Tetapi pada perang ini kita tidak memiliki persenjataan yang memadai untuk melakukan perlawanan yang memadai. Jika seperti ini terus bagaimana mau menang, mungkin sebelum perang pun kita sudah bisa memprediksikan kekalahan kita.

Dengan adanya kenyataan bahwa didaerah banyak sekali kekurangan perlengkapan kesehatan, maka banyak sekali anggota masyarakat yang bergotong royong untuk membantu para tenaga medis dengan membelikan perlengkapan APD dan lainnya yang dibutuhkan.

Untuk melawan pandemi yang sedang terjadi ini masyarakat membentuk gerakan solidaritas, salah satunya adalah membuat dan membagikan masker secara gratis. Karena sempat terjadi pembelian masker medis secara masif dari para panic buyers yang membeli masker hingga habis, kalaupun saat ini ada yang menjual, akan dijual dengan harga yang sangat mahal. Sehingga kehadiran orang-orang yang memproduksi, membuat dan membagikan masker ini seperti memberikan harapan baru untuk kita semua.

Beberapa orang atau kelompok lainnya juga melakukan hal serupa kali ini melakukan penggalangan dana melalui media yang lainnya. Tercatat diakun KitaBisa dan  SharingHappiness ada beberapa orang melakukan donasi mengumpukan dan untuk  pembuatan alat pengaman dan dibagikan kepada para medis. Tujuannya tak lain tak bukan untuk bersama-sama membantu negara ini melewati pandemi.

Gotong royong seperti inilah yang dibutuhkan oleh kita saat ini. Menjadi terang cahaya kebaikan ditengah gelapnya wabah. Indonesia menjadi negara yang sejak dahulu terkenal dengan budayanya bekerja bersama dalam menangani segala permasalahannya. Belakangan ini budaya kita ini mulai bergeser, banyak sekali orang yang enggan membantu sesama. Egoisme telah lama menjadi budaya baru di negara kita, kita ambil contoh saat ini terlihat jelas dengan adanya para panic buyer. Padahal dengan ketidakpedulian tersebut bukannya menyelamatkan kita, akan tetapi malah menjadikan banyak pihak dirugikan.

Semoga krisis yang disebabkan wabah Covid-19 ini segera berlalu, dan negara kita serta masyarakat Indonesia secara keseluruhan bisa kembali beraktifitas secara normal. Dan harapannya kita semua diberikan kesehatan selalu. Aamiin.

Leave a Reply