Mencoba Linux Manjaro

manjaro logo

Hari ini mencoba install OS baru setelah beberapa kali mengalami crash dengan windows 7 di laptop kesayangan. Awalnya hanya ingin melakukan recovery pada win 7 yang sudah terinstall kurang lebih 3 tahunan. Tapi mumpung sekarang lagi banyak waktu luang untuk ngoprek, tidak ada salahnya install OS lain, mencoba linux Manjaro.

Sekilas kenapa jatuh pilihan ke Linux Manjaro, karena pada awalnya ingin mencari OS yang ringan dan bisa mudah digunakan untuk keperluan harian. Kalau bisa bahkan bisa awet tahan lama digunakan.

Kalau kebanyakan orang setelah menggunakan Win 7 pasti akan upgrade ke versi windows selanjutnya, 8 atau yang terbaru 10. Saya merasa kurang sreg dengan dua versi baru windows tersebut. Pilihan saya jatuh ke Linux yang opensource saja. Tapi mau install distro yang mana, linux memiliki banyak sekali distro yang bisa dicoba.

Kembali ke tujuan awal mencari OS yang ringan, bisa digunakan sebagai OS harian, aplikasinya yang ringan saja seperti office, browser, image editor, music/video player dan aplikasi software development untuk menunjang perkuliahan. Rata-rata distro linux pasti bisa mengerjakan tugas tersebut.

Untuk mencari opsi linux apa sih yang bisa kita download, biasanya saya buka laman distrowatch.com disitu kita bisa melihat lengkap nama distro dan detail spek pada distro linux. Bisa jadi referensi kita mengenal distro linux. Oh iya, satu lagi sebelum kita mendownload dan install distro biasanya cari yang masih diupdate OSnya atau release updatenya masih berjalan.

Dengan berbagai referensi akhirnya ada beberapa opsi akan dipilih; Ubuntu, Slackware, Mint, Manjaro. Ubuntu, bisa dibilang linux yang familiar banyak penggunanya dan mudah pengoperasiannya. Slackware, sulit pengoperasiannya tapi sudah pernah menggunakannya dan sedikit kangen pengen install coba pake slackware. Mint, sudah pernah coba juga, ringan dan mudah dioperasikan. Manjaro, distro baru jarang dengar namanya tapi di distrowatch lagi banyak hitsnya.

Akhirnya saya coba menggunakan Manjaro karena terpengaruh rating di distrowatch. New comer distro dengan claim ringan dan cocok digunakan sebagai OS untuk melakukan perkerjaan desktop harian. Saya download dan install yang versi KDE, karena ada beberapa versi manjaro yang bisa kita download.

Ternyata distro ini berbasis kan Arch linux. Penggunaannya sangat berbeda dengan distro lain seperti ubuntu atau slackware. Jadi sedikit banyak harus belajar pengoperasiannya. Semoga saja tidak terlalu sulit dan stabil. Yang terpenting ringan seperti klaim dari developernya.

Sebelum instalasi saya harus memikirkan bagaimana membuat alokasi partisi diharddisk laptop. harddisk 500GB harus memikir kan alokasi yang baik untuk partisi. Supaya penyimpanan ketika penggunaan diwaktu yang akan datang lebih tertata dengan rapi.

manjaro partition

Kesan pertama setelah instalasi, tampilannya bagus. Karena sudah lama menggunakan win7 butuh penyesuaian. Tapi overall mudah digunakan, untuk melakukan instalasi program juga mudah menggunakan Manjaro repositories yang disebut AUR.

Oke mungkin sampai disini dulu sedikit ulasan mencoba linux manjaro. Semoga kedepannya ada lagi cerita tentang penggunaan manjaro atau distro linux lainnya di blog ini.

Leave a Reply